Senin, 09 Agustus 2010

FTV oh FTV


Jaman-jaman SMP-SMA dulu, gw paling suka dengan yang namanya FTV pagi-pagi di SCTV. Yang gw suka adalah alur dan lama filmnya pas. Ga kepanjangan kayak Lord Of The Ring yang bikin orang tidur di bioskop, tapi ga kependekan kayak sinetron Bawang Merah Bawang Putih yang belom apa-apa udah muncul tulisan 'Bersambung'. Ceritanya juga unik-unik. Ada yang cerita tentang cowok-cewek yang tiba2 ketuker jiwanya, ada yang cerita tentang gadis keturunan tiong hoa yang ga mau di panggil amoy, sampe cerita cinta cewek batawi yang jago silat.

Salah satu cerita FTV jaman dulu yang gw suka dan inget sampe sekarang berjudul "Cewek Super Bersih". Ceritanya tentang cewek yang fanatik bahkan gila akan kebersihan. Bayangkan aja, abis megang benda apa pun, dy bakal pake antis. Alat-alat makan di kantin bakal dia cuci dulu dengan air panas. Ribet banget. Lalu pacarnya yang mulai capek dengan ke-fanatikan dia dengan kebersihan, mw ngerjain dia. Pertama si cewek di ajak makan di lokasi pedesaan yang tentram banget. Lalu si cowok nanya "Gimana ikannya? enak?". Si cewek pun bilang kalo dia suka banget ama ikannya. Lalu, si cowok ngajak si cewek ke tempat penberian makan ikan tersebut yang berupa JAMBAN. Benar saudara2, ikannya ternyata makan tokai kayak ikan lele. Si cewek otomatis nafsu makannya bertambah, maksud gw muntah2. Hingga akhirnya si cewek mengerti makna sesungguhnya dari kebersihan.

Setelah cerita-cerita unik tersebut, FTV di Indonesia sekarang beruabah total. Menurut gw FTV di Indonesia sekarang sedang berada dalam fase stagnasi. Ya, seperti yang kita tw, hampir tiap hari FTV di SCTV (dan sekarang ada jga beberapa di RCTI) selalu bercerita tentang cinta, dan berlokasi di Bali atau Jogja. Yah, gw sih ga bisa complain tentang cerita cinta yang sangat sakral bwt dunia perfilman. Film, sinetron, dan FTV apa pun pasti setidaknya mengandung 15% cerita cinta. Modus cerita cintanya juga macem-macem. Dari si pemuda kaya yang jatuh cinta sama bawahannya, si playboy yang coba godain cewek tanpa menyerah, sampe cowok cupu yang berusaha untuk mendapatkan cewek model pakaian renang.

Yang jadi masalah adalah kenapa selalu di Bali atau Jogja? Apakah cuma dua tempat itu yang paling pas dengan cerita dan budget para produser? Memang untuk FTV, shooting di luar negeri seperti Paris, Milan, Barcelona itu terlalu berlebihan dan kemahalan (walaupun acara wisata kuliner mampu memberangkatkan pak bondan ke luar negeri cuma untuk makan). Tapi, kenapa mereka tidak mencoba shooting di negara-negara kecil yang tak kalah menarik. Contohnya ethiopia. Di lokasi seperti ini, cerita cinta yang standar kayak nabrak-mangap-kenalan-pacaran, bisa di eksplore lebih jauh jadi nabrak-ngiler- berebut makanan-mati kelaperan dalam keadaan jatuh cinta.
Dramatis.

Kalo emang biaya ke ethiopia masih kemahalan, kenapa tidak mencoba ke Timor Leste. Cerita cinta yang biasa aja pun bisa lebih di explore lagi. Contoh cerita dramatis yang cocok di lokasi Timor Leste adalah si cewek yang seorang penyanyi yang punya anak dan suami, suatu hari bertemu dengan seorang pengusaha setempat di saat konser di Timor Leste. Mereka pun lama-kelamaan menjalin cinta hingga akhirnya si cewek memutuskan untuk cerai dengan suaminya. Lalu si cewek nongol tiap hari di acara Silet bersama pengusaha yang ternyata masih punya anak-istri tersebut. Dan mantan suaminya juga ga mw kalah pamer cewek sexy yang di ajakin duet lagu-lagu mesra.
Lebih dramatis dan klise.

Palembang juga merupakan pilihan yang tepat bwt lokasi shooting cerita cinta. Cerita nya bisa sejoli yang kasmaran, jalan-jalan naik getek di sungai Musi. Mereka pun berdiri, melebarkan tangan dan teriak "I'm the king of the world!!" yang akhirnya mereka hentikan setelah melihat beberapa tokai yang ngambang. Terus, si cowok ngelukis si cewek, lalu langsung di sablon dan di jual di toko 'nyeyes'. Hingga akhirnya si cowok mati keselek pempek dingin dari penjual pempek bersepeda yang biasa nongkrong di Lumban atau GOR. Gw yakin James Cameroon bakal ngajak gw gabung setelah gw kasih draft cerita ini. Bukan di ajak gabung bwt bikin film, tapi gabung dengan rombongan caleg stress abis kalah pemilu.

Yeah, inti tulisan gw yang ga berinti ini adalah "Move On FTV Indonesia". Hidup Ethiopia! Hidup Timor Leste! Hidup Palembang!

Tidak ada komentar: